Fuhh... again, dah lama dah tak posting (*agak cliche ayat ini. aih...). Well, it's been a long journey since January. Lot's of things had happened. 4 months. Lama sangat. However, in that 4 months, I've learned a lot. Relationship, friendship, love, courage, trust, sacrifice and such. Apparently, I'm not being myself for the past 4 months. By all means, I feel like, I'm not the person I am like I was in foundation year or first year degree. I guess... I am different.
For example: masa foundation dulu, I don't give a crap about people. Yes I do some, but not all. Ingat dulu, when all my Muslim friends asked me to live with them, but I refused and stayed with my five Non-Muslim friends in the house. Yet I survived and lived happily. Surau pergi jugak setiap hari. Not a problem. I am being myself. Ada je best friends yang bantu saya bila saya susah, but I'm always happy at that time. I had a simple life.
But when I entered degree, things changed. I guess I've changed since I hang out with these certain people. They are good people, I know. They taught me a lot. They've helped me to go through my life. I am totally appreciated it. Every single one of them. But on the same time, I... I started to become another person. Too sensitive, too cared about other people, too love, too much sacrifice for other people rather than myself. I don't know whether it is good or not, but things that happened surely had taught me a lesson.
3rd and 4th semester (this sem), I tell you, full of dramas. Again, so many things had happened. I laughed, I cried, I'm frustrated, feel like a total crap pun ada. Too much to handle. Yet I survived until today. I learned about people too. Some of them are not worth to help, or cried for. Because they don't even care. They don't give an eff, as long as they got what they want. This is what I got, after all this times. bullshits.
Seriously, some people are not meant to be trusted. Tak kira la dia tu baik ke, pandai ke, alim ke, manja macam mana sekali pun, these people are not meant to be trusted. There's always a scheme behind their mask, but I don't know what. That scares me. Hati manusia, boleh berubah dalam sekelip mata. Yang baik, sopan dan berhemah boleh jadi over rule dan sangat bossy, dan yang jahat dan jijik tu boleh jadi sangat baik, malah lebih baik dari yang kononnya sungguh alim dan baik tu. True. Sometimes, life is not fair as we thing it would be. Seriously. Tapi tak semua macam tu...
But then again, I didn't realized that there are person who really need me. Who waited for me, who appreciated me more than I expected. Allah, seriously I didn't realized this person. I was stupid. While I was busy with another friend who maybe not worth for me (I guess... I don't know... but if this person does worth being a friend of mine, this person should realized how insulting and dreadful this person had done to me.), that friend of mine actually waited for me. Yes. He was the one who comfort me when bad things happened through this semester. Allah, why didn't I realize this from the beginning? I do appreciate your help and support, friend... Sorry for breaking your heart without noticing that the person who really waited for me is you. In shaa Allah, I wont take you for granted. Mark my words.
Yes, I also did met lots of new friends, juniors to be exact. They also supported my through this semester. My personnel life, my so-called career, and such. They have been a great help. Thank you.
Too much of sacrifice had been done in this semester. Study, friends, feelings, money... Too much. But maybe Allah wants to create me a BIG STORY, which I don't know. A long, rocky journey. Alhamdulillah, I survived till today. Yesterday made the person I am today. Tomorrow's a mystery (Esok final exam mula. kuikuikui...). What comes next, I don't know. Lets just go with the flow, shall we?
"The measure of achievement is not winning awards. It's doing something that you appreciate, something you believe is worthwhile. I think of my strawberry souffle. I did that at least 28 times before I finally conquered it." - Julia Child
Julia Child's biodata: http://en.wikipedia.org/wiki/Julia_Child
Assalamu'alaikum & Salam Satu Blogger semua!!! *ececececcecececcececeececece~~
Untuk entry hari ni, sempena kelahiran Nabi junjungan kita, Nabi Muhammad S.A.W, saya nak sharesecara ringkas cinta Rasulullah terhadap ummatnya, iaitu kita semua.. Check it out, folks!
Rasulullah SAW adalah utusan Allah SWT, dan baginda adalah manusia yang sempurna, akhlak-Nya begitu mulia sekali. Tidak ada manusia yang sempurna sesempurna baginda Muhammad SAW.
Mungkin selama ini kita jauh untuk mencintai baginda, mungkin selama ini kita tidak mengetahui, dan mungkin kita leka dan lalai terhadap duniawi kita selama ini.. Mungkin selama ini kita tidak jadikan Nabi Muhammad SAW sebagai ikon dalam kehidupan kita malah kita jadikan selain Nabi Muhammad SAW sebagai ikon kita selama ini..
Tidakkah kita semua rase bersalah dan berdosa kepada Allah SWT kerana kita lupa kepada-Nya..dan mungkin kita lupa kepada utusan-Nya Nabi Muhammad SAW?? Sedangkan Rasulullah S.A.W itu sentiasa mengingati dan merindui kita sehingga terdapat suatu kisah..
Suatu hari.. Nabi Muhammad SAW bertanya : "Siapakah hamba Allah yang mulia?"
Sahabat menjawab : "Para malaikat Ya Rasulullah"
Sahabat yang lain : "tentulah para nabi, merekalah yang mulia"
Nabi tersenyum lalu berkata : "Ya, mereka mulia, tetapi ada yang lebih mulia"
Para sahabat terdiam lalu berkata : "Adakah kami yang mulia itu Ya Rasulullah"
Nabi berkata : "Tentulah kalian mulia, kalian dekat denganku, tapi bukan kalian yang aku maksudkan"
Nabi menundukkan wajahnya, baginda menitiskan airmata sehingga membasahi pipi dan janggutnya, lalu berkata : " Wahai sahabatku, mereka adalah manusia-manusia yang lahir jauh setelah wafatnya aku, mereka terlalu mencintai Allah & tahukah kalian, mereka tidak pernah melihatku, mereka tidak dekat denganku seperti kalian, mereka sangat rindu kepadaku dan saksikanlah wahai sahabatku bahawa AKU SANGAT RINDU PADA MEREKA.. MEREKALAH UMMATKU! UMMATI! UMMATI! UMMATI!"
Sedarlah wahai umat Muhammad SAW. Hidup kita hanya sekali dan kita tidak tahu bila kita akan kembali kepada Allah SWT. Semoga hidup kita sekali ini memberi maafat dan kita gunakannya sebaik-baik mungkin supaya kita tidak menyesal diakhirat nanti. Bangkitlah wahai umat Muhammad SAW semoga kita menjadi umat yang terunggul didunia dan akhirat kelak. Amalkanlah sunnah serta Al-Quran.. InsyaAllah pasti akan berjaya didunia mahupun diakhirat.
Jadi marilah kita bersama-sama untuk mencintai baginda Muhammad SAW. Berselawatlah kepada baginda. Semoga kita mendapat syafaat-Nya diakhir akhirat InsyaAllah..
Wahai orang-orang yang beriman, teruskan perjuanganmu untuk mencari keredhaan Allah SWT.
Alhamdulillah, jikalau kita sudah sedar, marilah kita bersama-sama mencari keredhaan Allah SWT dan mencintai Nabi Muhammad SAW. InsyaAllah kita pasti akan berjaya :)
Dan jangan lupa berkasih sayanglah sesama insan dan tolong menolong antara satu sama lain..We will be the greatest of Ummah, InsyaAllah..
Sumber - http://www.iluvislam.com/inspirasi/tokoh/4190-mencintai-rasulullah-saw.html p/s: Snada - Neo Sholawat.
Prelude (Choir): Allahuma shali ala Muhammad Ya Rabbi shali alaihi wasalim Allahuma shali ala Muhammad Ya Rabbi baalighul wasila
Cannon and Contrapunct : Allahuma shali wassallim ala Sayidina wa Maulana Muhammad Adadama bi'iImillahi shalatan Da'imatan bidawami mulkilahi
Keroncong : Ya Allah curahkan rahmat dan keselamatan Bagi Nabi junjungan kami Muhammad Selamanya di dalam keabadian Kekekalan kerajaanmu ya Allah
English Version : Ya Allah please shower your blessing and your salvation To the Prophet Muhammad who we all adore May he always be under your sovereignity May he forever be under your loving care
Over Tune (Mandarin Verson) : Ya Allah kei wo men tien an heu keu lien Ken lau se Muhammad yeh se aitha Hau hen chiu chai tien an the Allah teu keu lien wou men hau hen chiu
Sunda Version: Ya Allah lungsur keun rahmat sinareng salamet Kanggo Nabi junjungan kuring Muhammad Salawasna aya dina kawilujengan Salawasna ditang tayungan ku Allah
Jawa Version: Ya Allah Paringono rahmat lan keslametan Kagem Nabi junjungan kulo Muhammad Salaminipun wonten ing keselametan Salaminipun diwelasi Gusti Allah
Minang Version: Ya Allah curahkan jo kasalamatan Taruntuak nabi piturui kami Muhammad Sapanjang idui di dalam kabakaan Salamonyo dalam kasiah sayang Allah
Coda Fine F (Choir): Allahuma shali wassallim ala Sayidina wa Maulana Muhammad Adadama bi'ilmillahi shalatan